Global Warming - Sebuah Trend… !!!

Rasa heran itu mulai muncul saat isu tentang Pemanasan Global yang bahasa kerennya Global Warming mulai menjadi bahan pembicaraan setiap orang. Mulai dari masyarakat biasa, artis, politikus dan sebagainya membicarakan isu tersebut. Ngga’ tahu kenapa fenomena ini mampu mencuri perhatian masyarakat luas. Syukur-syukur masyarakat sekarang sudah lebih peduli pada lingkungan.
Terlepas dari semua itu, banyak sisi menarik soal Global Warming. Tak terhitung banyaknya komunitas yang menegaskan diri merka untuk: fight against global warming -atau gampangnya "Cinta Bumi". Acara menanam pohon pun makin galak dilakukan. Bahkan event sosial berbau menyelamatkan bumi makin menjamur saja dimana-mana. Seolah-olah global warming adalah sebuah tren dan acara-acara demikian merupakan salah satu acara gaul. Intinya, ngomongin fight against global warming lagi in. Kalo hari gini nggak ngomongin global warming rasanya nggak update banget gitu loh. Sungguh mengenaskan.

Miris rasanya melihat orang-orang yang pada ribut berkoar-koar soal bahaya global warming, ya memakai pin ‘stop global warming’-lah, ikut milis ‘stop global warming’-lah, pake kaos ‘stop global warming’-lah. Ironisnya semua itu belum terealisasi dalam tindakan nyata. Kepedulian ini bisa kita mulai dari hal yang sederhana. Misalnya, untuk teman-teman mahasiswa yang pada ngekos bisa jadi kalau niat membeli makanan tidak perlu naik motor. Luangkan sedikit waktu untuk jalan. Memang lebih lama tapi toh menyehatkan. Bisa juga pinjam sepeda onthel temannya.
Contoh lain saat membeli alat tulis atau barang dengan ukuran kecil, sebaiknya membawa tas kain dari rumah untuk meminimalisir penggunaan plastik. Kertas bekas ngeprint yang salah dan makalah lama yang tidak terpakai lagi, sisa halaman belakangnya bisa kita manfaatkan untuk coretan. Solusi untuk tiap orang berbeda. Tetapi pada intinya semua bisa berperan. Jika belum bisa melaksanakannya, jangan berkoar-koar dahulu. Intinya Talk Less Do More…. (Bukan Promosi…)

Mulai dari sekarang, mulai dari hal yang kecil dan mulai dari diri kita sendiri. Tidak perlu ikutan pusing memikirkan solusi luar biasa, tak perlu pusing membahas isi konferensi lingkungan tingkat dunia, biarkanlah yang berkapasitas mengurusi. Bukannya melarang kita berpikir, tapi jangan sampai hanya karena ribut memikirkan solusi mahadahsyat menghadapi problem ini, kita jadi lalai untuk bergerak. Seperti tahukah Anda kalau kaktus bisa menyerap sinar infra merah? Maka meletakkan satu pot kecil kaktus di sebelah monitor komputer bisa mengurangi radiasi monitor yang berbahaya bagi mata kita. Saya belum tahu korelasinya antara sinar infra merah dengan global warming tetapi esensinya adalah: bahkan hal kecil pun bisa mengubah keadaan.


0 komentar:

Poskan Komentar

© 2009 - LABKOMMAT 01 FMIPA UNM | Admin: Ilham Syata | Pagenav: Abu Farhan Top